• Jl. Dr. Soebandi No.124 Patrang Patrang Jember, Jawa Timur 68111
  • 0331-487441
  • sistemrsddrsoebandi@gmail.com

Artikel

SUPERSTAR MEMILIH PANGAN LOKAL

Ditulis oleh Humas RSD dr. Soebandi Pada 16 Oktober 2019


Oleh : TRI YUNI HERMAWATI, S.Gz, RD

{ DIETISIEN RSD dr. SOEBANDI JEMBER }

 

                Hari Pangan Sedunia atau World Food Day yang diperingati tanggal 16 Oktober 2019 telah mengusung tema “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” atau Our action are our future, healthydiets #zerohungerworld”.

                Mengingat Negara Indonesia adalah sebuah negara agraris. Negara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani. Sebuah negara yang berpijak pada dunia pertanian dengan berbagai jenis hasil produksinya. Sebuah negara yang dikenal subur untuk dibangun pertanian. Tinggal bagaimana semua komponen berperan aktif dalam pemenuhan target swasembada pangan dengan komoditi padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, tebu, cabai dan sebagainya. Guna mensukseskan program jangka panjang Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yaitu menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang.

                “Hidup matinya sebuah negara bergantung pada pertaniannya”.Soekarno. Inilah yang menarik bagi kita dalam memperkuat kegiatan Lumbung Pangan Masyarakat. Yang artinya urgensinya adalah menyangkut keberlangsungan kehidupan warga dan kedaulatan bangsa. Kesadaran dalam mengelola dan memanfaatkan potensi sumberdaya alam sekitar sebagai basis produksi adalah titik awal upaya yang bisa dilakukan.

                FAO (2010) mendefinisikan pangan pokok sebagai pangan yang dikonsumsi secara rutin pada kualitas tertentu yang menjadi bagian dominan dalam pola makan dan merupakan sumber energi dan gizi utama yang dibutuhkan. Merubah mindset bahwa sumber energi utama bukan hanya bersumber pada beras. Bukan berarti tidak usah makan nasi tetapi memilih pola pangan sehat melalui peningkatan keanekaragaman konsumsi masyarakat berbasis pangan lokal terutama non beras dan terigu, misal dari umbi-umbian atau jagung dalam memenuhi gizi sehari-hari.Tinggal menambah pelengkap sumber protein hewani dan nabati serta vitamin , mineral dari sayuran dan buah-buahan dalam mencapai gizi seimbang. Pemahaman bahwa tidak ada satupun bahan makanan bisa mewakili pemenuhan kebutuhan gizi seseorang adalah penting.

                Berdasar jenisnya pangan dibagi menjadi dua, yakni pangan segar dan pangan olahan. Khusus pangan olahan masih dibagi lagi menjadi pangan olahan tertentu dan pangan siap saji. Dengan pangan olahan tertentu berarti diperuntukkan bagi kelompok tertentu dalam upaya memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan kelompok tersebut. Sedangkan pangan siap saji merupakan makanan atau minuman yang sudah diolah dan bisa langsung disajikan ditempat usaha atau diluar tempat usaha atas dasar pesanan.